Seduh Kopi Luwak Dengan Syphon Coffee maker

By On Saturday, March 26th, 2016 Categories : Blogs, Resep kopi, Tentang Kopi

Ada banyak cara untuk penyeduhan kopi, salah satunya menggunakan syphon Coffee maker.  Syphon Coffee maker adalah alat untuk penyeduh yang pertama kali dibuat oleh seorang ilmuwan kapal selam dari negara Skotlandia dengan nama Robert Napier. Alat penyeduh ini memanfaatkan bidang vakum yang tercipta ketika sebuah wahana kosong tertutup rapat dipanaskan. Pada bejana bawah, air yang dipanaskan pada suhu yang cukup rendah sekitar 75-85 C naik ke bejana diatasnya untuk bercampur dengan bubuk kopi, kemudian bercampur sebentar, lalu ditarik kembali kedalam bejana bawah akibat tekanan yang terbentuk didalamnya.

syphon coffee maker

syphon coffee maker

Coffee Syphon adalah alat pembakaran kopi yang menggunakan tabung kaca yang berisikan air, kemudian uap dari air pembakaran yang sudah panas itu mengalir ke tabung kaca di bagian atasnya, bercampur dengan bubuk kopi. Setelah kopi dan air mendidih itu tercampur, kaca tabung kopi yang sudah bercampur air kembali ke tabung kaca yang mendidih. Setelah itu, air kopi itu dituangkan ke cangkir dan siap disruput. Tingkat panas air yang dibakar dengan menggunakan tabung kaca ini 90 derajat celcius.

Baca : Foto Mikroskopik Kopi dari Nestle

Cara Coffee Syphon ini membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Syphon selama bertahun-tahun menjadi salah satu metoda ekstraksi kecintaan bangsa jepang. Beberapa orang mengatakan bahwa metoda ekstraksi ini benar-benar menampilkan karakter kopi yang sesungguhnya yang murni, Ekspansi metoda ekstraksi yang satu ini ke benua Amerika, tempat dimana saat ini orang-orangnya lagi rewel-rewelnya sama kopi, baru terjadi beberapa tahun belakangan. Namun karena pada dasarnya mereka rewel, dalam waktu singkat mereka menemukan sebuah teknik ekstraksi yang dapat menimbulkan karakter rasa yang berbeda dengan metoda ekstraksi yang biasa dilakukan oleh orang jepang.

Variasi metode ekstrasi yang biasanya dilakukan dengan menggunakan Syphon yaitu:

>> Cara pertama : Bejana bawah diisi air panas (agar lebih cepat), bejana atas sudah diberi bubuk kopi namun hanya disandarkan saja pada bejana pertama. Dalam kondisi ini kondisi vacum belum tercipta. Setelah air cukup panas, bejana atas dipasangkan hingga rapat dan dalam hitungan detik air naik keatas dan bercampur dengan kopi. Dengan menggunakan semacam sendok kayu, kopi diaduk 4 kali agak bercampur dengan baik dengan air. Pemanas dibiarkan menyala selama beberapa menit walau air di bejana bawah sudah habis dan seduhan kopi dibejana atas tampak bergolak (dengan temperaturnya maksimal 85). Setelah beberapa saat, pemanas dimatikan dan larutan kopi akan tersedot dan tersaring ke bejana bawah. Kopi yang disajikan dengan teknik ini cenderung akan memiliki tekstur yang lebih rendah dibanding metoda ekstraksi lainnya, dengan acidity yang akan dominan (yang biasanya akan menimbulkan sebuah sensasi manis lembut dimulut sesudahnya , namun memiliki karakter khas terasa bersih (clean and crisp) dimulut.

>> Cara Kedua : Caranya mirip dengan pertama, namun bejana atas baru ditambahkan kopi setelah bejana atas berisi air dari bejana bawah. Kopi lalu diaduk beberapa kali agar tercampur rata, dibiarkan beberapa saat dalam kondisi pemanas tetap menyala, lalu diaduk lagi beberapa saat kemudian setelah pemanas dimatikan agar kopi tercampur rata kala mulai disedot oleh bejana bawah. Penambahan kopi dibelakang ini memungkinkan kita untuk menyesuaikan pada suhu berapa kita ingin menyeduh kopi kita. Dalam cara kedua ini, air naik ke bejana atas pada temperatur yang lebih rendah daripada cara pertama , yaitu sekitar 78 C. Kopi yang disajikan dengan cara ini memilki tekstur kopi jauh lebih tebal dibanding cara pertama, dengan keasamaan yang lebih kalem, lebih manis, dan cenderung lebih mengeluarkan karakter buah. Kopi yang diseduh dengan teknk ini pun cenderung lebih tidak sensitif terhadap temperatur, dimana perubahan karakter kala panas dan dingin tidak terlalu besar.

>> Cara ketiga : Bejana bawah diisi dengan air panas, bejana atas langsung dipasang rapat dan sudah berisi bubuk kopi. Pemanas langsung dimatikan ketika air sudah mulai naik ke bejana atas. Campuran kopi dalam bejana atas lalu diaduk beberapa kali sebelum lalu disedot oleh bejana atas. Memang cukup merepotkan penyeduhan kopi luwak menggunakan Syphon, namun Anda akan mendapatkan sensasi rasa yang luar biasa dengan menggunakan cara ini.

Demikian cara penyeduhan kopi luwak menggunakan syphon coffee maker yang bisa anda coba. Anda bisa mencoba dulu menggunakan variasi-variasi metode ekstrasi yang biasanya dilakukan dengan menggunakan Syphon. Ada tiga variasi penyajian yang bisa anda coba, dari tiga variasi cara penyajian tersebut akan menghasilkan karakter rasa dan sensasi rasa kopi yang berbeda-beda. Anda tertarik mencobanya?

Sumber : infokopi.com

Tags :

    syphon kopi, akibat pemanas kopi tidak dimatikan, alat seduh kopi luwak
Seduh Kopi Luwak Dengan Syphon Coffee maker | kopi rasa buah | 4.5
Leave a Reply