Pengembangan jenis-jenis kopi untuk Ekspor

By On Saturday, March 26th, 2016 Categories : Blogs, Tentang Kopi

Di mata dunia, saat ini Indonesia terkenal dengan Negara pengahasil kopi terbesar ketiga setelah Brazil dan Vietnam. Data ini didapatkan dari International Coffee Organization (ICO). Pada tahun 2006, Negara kita mampu mengekspor 414 ribu ton kopi, jika dihitung dengan dollar didapatkan angka US$ 588 juta. Akan tetapi mengalami penurunan 346 ribu ton pada tahun 2011, tetapi total nilai jika di hitung dengan dollar meningkat menjadi US $ 1 Milyar.

Sebagai penghasil terbesar ketiga di dunia, Indonesia memiliki banyak perkebunan kopi yang tersebar di pulau-pulau besar di Indonesia, Jika di presentasekan, Sumatera menyumbang 63%, Pulau Jawa dengan 14%, Bali, Nusa Tenggara 9%, Sulawesi dengan 10% dan Maluku, Papua hanya 1%. Sebagian besar perkebunan kopi yang ada di Indonesia 96% dimiliki oleh petani, 2% milik pemerintah hanya 2%, dan beberapa persen sisanya milik swasta.

ekspor kopi

ekspor kopi

Bagi para pecinta kopi, Pasti tahu jika Indonesia menghasilkan berbagai varietas kopi arabika dan kopi robusta. Bagi orang yang masih awam mungkin kurang begitu tahu jika di Indonesia memiliki varietas kopi arabika seperti Arabika tipe Abesinia, Arabika tipe Pasumah, Arabika tipe Marago, Arabika tipe Typica dan Arabika tipe Congensis.

Sedangkan untuk kopi arabika yang mempunyai kualitas special, ada beberapa varietas yang terkenal seperti Arabika Mandailing dan Lintong di Sumatera Utara, Kopi Gayo Mountain di Aceh, Kopi Java Arabica di Jawa Timur, Kopi Kintamani di Bali, Kopi Kalosi di Sulawesi Selatan, Kopi Flores-Bajawa di Nusa Tenggara Timur, Kopi Baliem di Papua, dan Kopi Luwak di Jawa.

Untuk mendongkrak perkembangan pasar ekspor kopi di Indonesia, Ada beberapa kebijakan yang dibuat oleh pemerintah guna mendorong kemajuan ekspor kopi di Indonesia. Beberapa kebijakan yang dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Kebijakan Good Agricultural Practices (GAP) dan produksi kopi yang berkelanjutan.
  2. Meningkatkan konsumsi kopi di pasar local/domestik dengan mengadakan promosi atau event-event yang intensif mengenai manfaat mengkonsumsi kopi bagi kesehatan.
  3. Mendukung pengembangan industri hilir kopi dan mendorong tumbuhnya kluster industri kopi.
  4. Menambah produksi kopi arabika dengan target 30%dari total ekspor kopi Indonesia.
  5. Melindungi keunikan kopi Indonesia melalui kopi specialty di pasar internasional.
  6. Melakukan program peremajaan dan penanaman kembali.
  7. Peningkatan kualitas produksi kopi.
  8. Mempromosikan nilai tambah yang lebih tinggi dari produk-produk kopi yang fokus pada ekspor kualitas tinggi biji kopi hijau dan produk kopi yang di proses lebih lanjut.
  9. Mendukung penelitian-penelitian seperti penelitian untuk mengendalikan hama penyakit dengan menerapkan Integrated Pest Management (IPM) untuk mengendalikan Coffee Berry Borer.
  10. Mengembangkan cloning kopi arabika yang tahan terhadap hama dan penyakit seperti karat daun sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian No. 1885/Kpts/SR.120/5/2010 – Arabika  Andungsari 2K.

Dengan dukungan dari pemerintah untuk memajukan industri kopi di Indonesia, diharapkan Indonesia bisa menjadi pemasok kopi terbesar di dunia dengan kualitas kopi yang unggul dibandingkan negara-negara pesaing. Dan juga para petani kopi bisa lebih sejahtera dan bisa lebih meningkatkan kualitas kopi yang dihasilkan.

Tags :

    kopi andungsari, gambar unik kopi, makalah kopi andungsari
Pengembangan jenis-jenis kopi untuk Ekspor | kopi rasa buah | 4.5
Leave a Reply