Kopi kelelawar, kopi nikmat dari Pagar Alam

By On Saturday, March 26th, 2016 Categories : Blogs, Tentang Kopi

Bagi anda yang pernah berkunjung ke Dusun Talang Genteng, Kecamatan Pagar Alam Utara, Sumatera Selatan, pasti sudah tidak asing dengan kopi kelelawar. Kopi kelelawar hampir sama dengan kopi luwak, yang membedakanya adalah kopi yang dihasilkan oleh kelelawar tidak dicerna didalam perut seperti kopi luwak.

Si Kelelawar hanya memakan kulit buah kopi saja, kelelawar tidak menelan biji kopi seperti luwak. Dilihat dari bentuknya, kopi luwak dan kopi kelelawar memiliki perbedaan yaitu pada kopi luwak masih terdapat bekas lendir kotoran yang dapat di lihat bekasnya yaitu berwarna hitam atau kecoklatan walaupun kotoranya sudah kering, sedangkan kopi kelelawar kebanyakan terdapat bekas kulit merah seperti serabut. Bagi orang yang sudah ahli, dapat membedakan antara kopi luwak dengan kopi kelelawar, baik dari bentuk maupun rasanya.

kopi kelelawar

kopi kelelawar

Salah satu pemilik usaha kopi kelelawar bernama Tini, setiap pagi mengumpulkan biji kopi bekas makanan kelelawar yang banyak di temukan di bawah batang kopi maupun di bawah pohon pisang sekitar area kebun.

Setelah biji-biji tersebut dikumpulkan, kemudian ditampi hingga semua kotoran berupa tanah dan dedaunan menjadi bersih, kemudian di rendam. Setelah itu, biji kopi yang sudah bersih selama tujuh hari agar biji kopi benar-benar kering. Kemudian digongseng selama 1,5 jam agar menghasilkan biji kopi yang bagus dan aroma kopi yang wangi. Menurut Tini, agar bisa menghasilkan bubuk kopi yang khas, biji koi yang sudah digongseng, ditumbuk hingga halus menggunakan lesung secara manual.

Tini beserta keluarga awalnya membuat usaha kopi luwak atau kopi musang. Akan tetapi, sejak dua tahun lalu, Tini mencoba memanfaatkan biji kopi bekas makanan kelelawar yang banyak di bawah pohon kopi serta pohon pisang di kebun miliknya. Menurut Tini, kelelawar selain dikenal sebagai hewan pemakan buah-buahan, kelelawar juga dikenal sebagai pemilih biji kopi unggulan. Kelelawar hanya akan memakan biji kopi yang sudah masak dan yang memiliki kualitas tinggi. Sehingga biji kopi yang dihasilkan oleh kelelawar ini juga menjadi berkualitas unggul.

Baca Juga : Mesin Espresso yang jarang anda tahu

Untuk pemasaran, Tini menjual bubuk kopi kelelawar dengan menitipkan kepada pemilik toko dan juga minimarket. Harga bubuk kopi yang sudah dikemas dengan rapi dijual dengan harga seratus ribu rupiah per kilogramnya. Harga yang cukup fantastis bukan. Tini mengaku dalam 1 minggu dia memperoleh omset penjualan sebesar 10 juta. Apalagi disaat musim liburan, omset penualan yang di dapatkanya bisa lebih besar lagi dikarenakan banyak wisatawan yang berlibur ke kotanya.

Tags :

    kopi kelelawar, jual kopi kelelawar, kopi dari kotoran kelelawar, harga kopi kelelawar, karakteristik kopi pagar alam
Kopi kelelawar, kopi nikmat dari Pagar Alam | kopi rasa buah | 4.5
Leave a Reply